Kolaborasi Wali Kelas dan Guru Mapel dalam Proyek P5
Salah satu ciri khas utama dari Kurikulum Merdeka adalah hadirnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang akrab disapa P5. Berbeda dengan penilaian intrakurikuler biasa, penilaian P5 adalah kerja gotong royong antar guru. Bagaimana cara agar koordinasi ini tidak berantakan? Aplikasi Rapor Kurikulum Merdeka Sekoola memberikan jawabannya.
Siapa yang Menjadi Koordinator?
Dalam sistem, kepala sekolah dapat menunjuk satu atau beberapa guru (baik wali kelas maupun guru mapel) sebagai Koordinator Proyek. Koordinator inilah yang berhak merancang tema, dimensi, elemen, dan sub-elemen Pancasila yang akan disasar pada semester tersebut. Semuanya sudah terdata rapi sesuai panduan nasional, tinggal klik-klik saja.
Input Nilai Bersama (Kolaboratif)
Setelah proyek berjalan, setiap guru fasilitator dapat memberikan observasi nilainya masing-masing ke dalam modul akademik. Misalnya, Guru A mengobservasi elemen 'Kreatif', sedangkan Guru B fokus pada 'Gotong Royong'. Sistem akan menghimpun semua observasi ini ke dalam satu wadah milik siswa tersebut.
Rapor P5 yang Elegan
Menjelang pembagian rapor, koordinator atau wali kelas tidak perlu memadukan catatan dari berbagai buku tulis guru. Sistem akan otomatis menyusun portofolio capaian profil pelajar pancasila lengkap dengan grafiknya (Mulai Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, Sangat Berkembang). Hasil cetaknya terlihat sangat profesional, siap membuat bangga orang tua saat penerimaan rapor.
Integritas Data Administrasi Sekolah
Dengan adanya fitur ini, kelengkapan Administrasi Sekolah menjadi paripurna. Jejak rekam pendidikan karakter anak tidak lagi sekadar omongan, melainkan terekam secara digital dan dapat dipertanggungjawabkan.