Kembali ke Daftar Blog
DapodikAdministrasiPanduanOperator Sekolah

Perbedaan Dapodik dan Aplikasi Rapor Sekolah: Mana yang Perlu Anda Gunakan?

Oleh Tim Sekoola
Perbedaan Dapodik dan Aplikasi Rapor Sekolah: Mana yang Perlu Anda Gunakan?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan operator dan kepala sekolah: "Kan sudah ada Dapodik, kenapa masih perlu aplikasi rapor lain?". Jawabannya sederhana: keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi.

Apa itu Dapodik?

Dapodik (Data Pokok Pendidikan) adalah sistem data induk nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dapodik berfungsi sebagai database nasional yang merekam data satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik di seluruh Indonesia. Data Dapodik digunakan sebagai dasar pencairan dana BOS, NUPTK, dan berbagai keperluan administrasi nasional.

Dapodik adalah kewajiban bagi setiap sekolah. Namun, Dapodik tidak dirancang untuk mengelola penilaian harian, membuat rapor kurikulum merdeka, atau mencetak dokumen administratif seperti surat menyurat.

Apa yang Dilakukan Aplikasi Rapor Sekolah?

Aplikasi rapor sekolah seperti Sekoola berfungsi sebagai layer operasional di atas data Dapodik. Ia mengambil data siswa dan rombel dari Dapodik, lalu memungkinkan guru untuk:

  • Menginput dan mengelola nilai formatif & sumatif sesuai Kurikulum Merdeka
  • Membuat narasi otomatis per mata pelajaran
  • Mencetak e-rapor dalam format DOCX yang siap ditandatangani
  • Mengelola absensi harian dan rekap kehadiran
  • Mencetak kartu NISN siswa secara massal

Analogi Sederhana

Bayangkan Dapodik sebagai KTP/data kependudukan nasional — wajib dimiliki, berisi data dasar. Sedangkan aplikasi rapor adalah buku rapor dan agenda harian yang Anda gunakan di sekolah setiap hari. Keduanya perlu, namun untuk tujuan yang sangat berbeda.

Bagaimana Sekoola Terintegrasi dengan Dapodik?

Sekoola menyediakan fitur Smart Importer Dapodik. Anda cukup ekspor data dari Dapodik dalam format .xlsx, lalu unggah ke Sekoola. Seluruh data siswa, rombel, dan guru akan terstruktur otomatis tanpa input ulang. Proses ini hanya perlu dilakukan sekali di awal tahun ajaran baru.

Kesimpulan

Dapodik dan aplikasi rapor seperti Sekoola bukan kompetitor — mereka adalah mitra. Gunakan Dapodik untuk kebutuhan pelaporan nasional, dan gunakan Sekoola untuk mengelola operasional sekolah sehari-hari secara efisien.

Bagikan Artikel: