Rahasia Menyusun Rapor PPA 2026 Otomatis Bagi Guru SD
Memasuki era Kurikulum Merdeka, rapor tak lagi hanya sekadar barisan angka merah dan hitam. Pemerintah melalui kebijakan terbarunya mendorong penilaian holistik yang mencakup deskripsi perkembangan anak. Hal ini tentu mulia, namun praktiknya sering membuat guru kewalahan. Jangan khawatir, Aplikasi Rapor SD kita punya rahasianya.
Mengenal Konsep Capaian Pembelajaran
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kini guru dituntut untuk menilai berdasarkan Tujuan Pembelajaran (TP) yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) fase. Dalam modul akademik Sekoola, kami telah menyediakan bank referensi CP sesuai Kepmendikbudristek terbaru. Guru cukup memilih CP yang relevan tanpa harus men-copy paste dari dokumen PDF tebal.
Sihir "Generate Deskripsi"
Inilah fitur yang paling banyak menyelamatkan jam tidur guru-guru kita. Setelah Anda memasukkan nilai rentang 0-100 pada TP tertentu, sistem akan mendeteksi mana TP yang "Tercapai Optimal" dan mana yang "Perlu Bimbingan". Kemudian, sistem merangkai kalimatnya menjadi sebuah paragraf utuh yang sangat enak dibaca oleh orang tua siswa.
Cetak DOCX Sepuasnya
Berbeda dengan aplikasi lain yang memaksakan cetak PDF (yang kaku dan sulit diedit kalau ada margin yang terpotong), sistem kami memungkinkan rapor diekspor ke dalam format Microsoft Word (.docx). Mengapa? Karena kami tahu terkadang printer di tata usaha sekolah suka "rewel" dengan ukuran kertas F4. Dengan file Word, Anda bebas mengatur spasi, margin, hingga menyisipkan logo sekolah tanpa hambatan.
Mari Beralih Sekarang
Jangan biarkan waktu Anda habis untuk administrasi. Dengan Aplikasi Administrasi Sekolah yang terintegrasi, mari kembalikan fokus utama kita: mendampingi tumbuh kembang anak-anak hebat di kelas.